Minggu, 19 Februari 2012

daftar nama preman yang disegani di jakarta dan berbagai aksi kekersanya

Aksi premanisme yang banyak dilakukan oleh beberapa kelompok pemuda akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat umum. Berlatar belakang jasa dept collector (penagih hutang) dan pembebasan lahan sengketa, membuat banyak kelompok pemuda terutama yang berasal dari kawasan timur Indonesia telah mengontrol dan menduduki suatu kawasan tertentu di Jakarta. Nama - nama pentolan kelompok pemuda seperti Jhon Kei (mantan seteru kelompok pimpinan Almarhum Basri Sangaji), misalnya, merupakan himpunan para pemuda Ambon asal Pulau Kei, Maluku Tenggara. Terbentuk pasca-kerusuhan di Tual, Pulau Kei, pada Mei 2000, dengan nama resmi Angkatan Muda Kei (Amkei). Jhon Kei, pentolan Amkei, mengklaim punya anggota sampai 12.000 orang. Belum lagi nama mantan penguasa tanahabang (Hercules) yang sudah sangat tersohor, semakin membuktikan bahwa semakin hari dunia premanisme semakin berkembang dan terorganisir dengan rapi.

Selain nama-nama tokoh dan kelompok terkenal yang sudah sering kita dengar di media massa, masih ada lagi kelompok-kelompok lain yang menguasai berbagai kawasan di Jakarta.

Di Jakarta Timur, kawasan Kebon Singkong, Klender, diketahui menjadi "basis" preman. Dari "pemain" 365 (perampokan) hingga pencuri kendaraan bermotor berkumpul di situ. Di kawasan perparkiran Arion Rawamangun ada nama "Azis", sedangkan di Jl. Matraman-Pramuka ada nama "Edison".

Di Jakarta Pusat, nama "Hasan Suwing" masih disegani di kawasan Lokasari, Manggabesar dan sekitarnya. Kemudian mantan pembunuh bayaran yang sudah tobat, Arek Foto, juga masih punya nama di Tanah Tinggi. Atau "Yanto", yang memegang perparkiran di depan Gelanggang "Planet" Senen.

Pencopet-pencopet Senen diisukan dipimpin "Ical alias Eddy". Dan salah satu penyebab, mengapa mereka berani langsung mencopet penumpang KA di Stasiun Senen, konon karena ada beking oknum di kawasan itu. Lalu di Jl Biak-Roxy, masih ada nama "Amsir Budeg" dan "Tatang Cs" di Jl Juanda.

Di Jakarta Barat, nama "Margono" sudah cukup kuat di kawasan Cengkareng. Pemerasan pengemudi angkot setiap hari diduga dikoordinir olehnya, dan sempat terjadi tawuran massal dengan kelompok Palembang di kawasan itu.

Di Jakarta Selatan, masih ada nama preman yang "sudah sadar", yakni "Seger" yang memegang perparkiran di kawasan Blok M. Dia terkenal dalam kasus pemberontakan LP Cipinang tahun 1981, di mana dia diduga menghabisi anak buah Jhoni Sembiring (almarhum). Rekan seangkatan "Seger" adalah "Freddy Galur" serta "Plolong" (almarhum).

Di Jakarta Utara, nama "Kadim" masih disegani di kawasan pelabuhan. Di sekitar kawasan WTS Kramat Tunggak, tepatnya di Jl Kramat Jaya VI ada "dedengkot" bernama Zazuli. Mantan terhukum seumur hidup ini, dianggap penguasa kawasan Gudang Baru, Bulog dan lain-lain.

Lalu di Pademangan Barat, ada nama "Rudy Ambon" yang biasa mangkal di bioskop King. Di kawasan WTS Kalijodo, nama "Daeng Usman, Daeng Patah dan Daeng Hamid" masih disegani di daerah itu. Kemudian, nama "Royal" di Gedung Panjang, Kota.

Di Pasar Ikan sudah lama ada nama "Janaan dan Suganda" (satu lagi: Janaka sudah almarhum). Selain menguasai kuli-kuli di pelabuhan itu, juga diduga sebagai bos "bajing luncat" di kawasan pelabuhan hingga Jawa Barat. "Markas" mereka konon di belakang pabrik Bimoli, Pluit.

[sumber artikel:http://www.hamline.edu, sumber gambar: cover buku preman-preman jakarta, karya Maruli C.C. Simanjuntak ]

4 komentar:

wah keren juga ternyata

jangn lupain mang bongkeng, yang kabur bareng jhoni indo dan jhoni sembiring dr nusakambangan karena membunuh preman china timbang" d kawasan guntur, pasar rumput..

jangn lupakan mang bongkeng.preman pasar rumput yang mebunuh preman china "timbang" di kawasan guntur manggarai.dan kabur bareng jhoni sembiring dan jhoni indo dr nusakambangan.